Rabu, 29 April 2020

Virus Corona (COVID-19) adalah tentara Allah SWT

   baru ini ada sebuah bencana besar yang berupa wabah, penyakit atau virus yang menggemparkan dunia di awal tahun 2020, bencana yang sampai-sampai membuat semua orang resah khususnya umat islam. bagaimana tidak resah tempat wisata di tutup, kegiatan perdagangan di hentikan, dan yang paling parahnya kakbah Masjidil Haram juga  sampai di tutup akses ibadah umroh dan musim haji tidak lagi di buka. Beberapa negara menutup ‘pintu gerbangnya’ dari penerbangan luar negeri, khususnya dari Cina, Korea Selatan, Iran, dan Italia. Mereka mengisolasi negeranya sesuai dengan takarannya masing-masing. Nama bencana ini disebut COVID-19 atau biasa di kenal dengan virus corona.
 Di kutip dari laman web World Healt Organization (WHO) Corona virus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa jenis coronavirus diketahui menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan menyebabkan penyakit COVID-19. COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Ini merupakan virus baru dan penyakit yang sebelumnya tidak dikenal sebelum terjadi wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019. Orang dapat tertular COVID-19 dari orang lain yang terjangkit virus ini. COVID-19 dapat menyebar dari orang ke orang melalui percikan-percikan dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terjangkit COVID-19 batuk atau mengeluarkan napas. Percikan-percikan ini kemudian jatuh ke benda-benda dan permukaan-permukaan di sekitar. Orang yang menyentuh benda atau permukaan tersebut lalu menyentuh mata, hidung atau mulutnya, dapat terjangkit COVID-19. Penularan COVID-19 juga dapat terjadi jika orang menghirup percikan yang keluar dari batuk atau napas orang yang terjangkit COVID-19. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga jarak lebih dari 1 meter dari orang yang sakit. WHO terus mengkaji perkembangan penelitian tentang cara penyebaran COVID-19 dan akan menyampaikan temuan-temuan terbaru.
   virus penyebab COVID-19 ini dapat menular melalui udara?
Menurut penelitian sejauh ini, virus penyebab COVID-19 ini umumnya menular melalui kontak dengan percikan dari saluran pernapasan, bukan melalui udara.
     Apakah COVID-19 dapat menular dari orang yang tidak menunjukkan gejala?
Cara utama penyebaran penyakit ini adalah melalui percikan saluran pernapasan yang dihasilkan saat batuk. Risiko penularan COVID-19 dari orang yang tidak ada gejala sama sekali sangatlah rendah. Namun, banyak orang yang terjangkit COVID-19 hanya mengalami gejala-gejala ringan, terutama pada tahap-tahap awal. Karena itu, COVID-19 dapat menular dari orang yang, misalnya, hanya batuk ringan tetapi merasa sehat. WHO terus mengkaji perkembangan penelitian tentang cara penyebaran COVID-19 dan akan menyampaikan temuan-temuan terbaru. itulah sekilas tentang COVID-19.
   Bagaimana agama Khususnya agama islam memandang bencana ini? disini saya hanya akan menyampaikan apa yang terjadi di wilayah lokal di daerah saya. COVID-19 telah menyebar sangat luas di belahan dunia, seperti yang di ketahui awal bencana ini lahir di kota Wuhan China dan menyebar sampai ke Negeri kita Indonesia tentu ini sangat mempengaruhi kehidupan dan kegiatan sosial. COVID-19 belum ada obatnya dan masih belum jelas sebabnya walaupun ada yang bilang dari kelelawar yang dimakan, itu hanya salah satu medianya saja, masih banyak faktor lain yang masih misterius. bencana ini memberi kesadaran pada manusia bahwa alam merespon atas segala tindakan arogan manusia. Modernitas adalah awal manusia menjadi sombong atas kemampuan akal yang dimilikinya padahal akal itu salah satu instrumen ikhtiar, selalu mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah. Ketika manusia lebih percaya sains daripada Allah dan ketika manusia modern berjarak antara akal dan Allah, maka disitulah manusia melakukan kerusakan dimuka bumi ini. Dalam Al Quran surat Ar-Ruum:41 yang artinya “Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan (maksiat) manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. Respon alam melalui banyak kerusakan alam seperti banjir, wabah, epidemi, gempa, bencana, dan sebagainya dapat di artikan sebagai azab, musibah, bencana atau pasukan Tuhan. dimana bertujuam mengembalikan citra agama yang sudah termodernkan. dalam Surah al-An'am:11 yang artinya Katakanlah: "Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu". dan tafsirannya "Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang yang telah mendustakan dan mengolok-olok itu, “Berjalanlah kalian di muka bumi. Kemudian pikirkanlah bagaimana akhir dari perjalanan orang-orang yang dahulu mendustakan para utusan Allah. Mereka benar-benar ditimpa hukuman dari Allah setelah sebelumnya mereka memiliki kekuatan dan ketahanan yang luar biasa.” pada ayat ini kita bisa menarik kesimpulan, mungkin saja zaman modern yang sekarang ini telah jauh melenceng dari ajaran-ajaran Rasulullah SAW. dalam QS Al-Anbiya:30 yang artinya "Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" maksud dari ayat ini adalah untuk memperlihatkan kekuasaan Allah SWT yang di atas segalanya dan mengingatkan untuk hanya menyembah dan beriman kepadaNya. dan masih banyak lagi Kutipan dari ayat-ayat Al Qur'an yang menjelaskan bagaimana keadaan Dunia dan Alam semesta.
    Di sini kita dapat menyimpulkan dan merenungi bahwasanya ini adalah ujian atau kiamat kecil yang bertujuan memperingati kita semua yang telah jauh dariNya yang selalu mengedepankan urusan dunia dan tidak menyiapkan bekal untuk berhadapan denganNya di akhirat nanti, sebagaimana kita tinggal di dunia ini hanya sementara dan dunia pun akan hancur beserta penghuninya atas kehendakNya. Melihat keadaan yang sekarang seperti Masjid banyak yang terkunci rapat, akses ibadah terbatas, para pekerja terpaksa tinggal di rumah, kegiatan sosial di batasi, bulan ramadhan ibadah hanya dilakukan di rumah, belum lagi keluarga yang sudah tidak memiliki akses untuk berumpun di bulan yang penuh berkah ini. menyikapi semua keadaan ini kita hanya perlu menanamkan kesadaran bersama, kerjasama dengan pemerintah dimana pemerintah memberikan himbauan dan kita menyikapinya dengan cermat, jaga kesehatan dan terapkan pola hidup sehat, serta yang terpenting adalah jangan biarkan ketakutan kita akan bemcana ini melebihi takut kita kepada Sang Pencipta yang Maha Esa Allah SWT...


#coronavirus#dirumahaja#tetapdekatdenganTuhan#darikitauntukSemua..
   

KONDISI POLITIK ERA PANDEMI

Di tengah pandemi COVID-19 ini secara substansi demokrasi memang tidak banyak perubahan. Kita pada dasarnya masih akan menghadapi problemati...